SASE di Era AI: Seperti Apa Transformasinya?

Ketika suatu label pemasaran digunakan secara luas, hal itu umumnya menunjukkan bahwa pasar telah berkembang ke arah yang lebih maju, sedangkan pihak-pihak yang tertinggal masih berusaha mengejar kemajuan tersebut, baik dalam penggunaan istilah maupun dalam struktur yang diterapkan. Pertanyaan utama mengenai SASE yang terpadu bukanlah siapa yang menyatakan telah mencapai konvergensi, melainkan siapa yang sejatinya telah membangunnya.
Perbedaan ini menjadi lebih penting daripada sebelumnya. Selama beberapa bulan terakhir, Fortinet terus mengembangkan platform SASE terpadu dengan berbagai inovasi penting di bidang keamanan berbasis AI, operasi yang dapat berjalan sendiri, pengalaman digital yang terpadu, serta penerapan yang dapat disesuaikan. Semua ini dilakukan sambil tetap mempertahankan keunggulan arsitektur utamanya, yaitu integrasi yang lancar antara jaringan dan keamanan dalam sistem operasi serta kerangka kerja manajemen yang terpadu. Kesatuan ini menjelaskan mengapa pertumbuhan momentum Fortinet Unified SASE lebih cepat dibandingkan dengan yang lain, karena solusi mereka tetap terpadu di balik layar.
Pasar Telah Memperhatikan
Fortinet memperoleh sejumlah pengakuan atas solusi SASE yang dikembangkan. Fortinet dinilai sebagai Gartner Magic Quadrant 2025 untuk SASE platforms dan mendapat pengakuan Customer’s Choice untuk Security Service Edge selama tiga tahun berturut-turut berdasarkan pengalaman pelanggan. Pada tahun 2026, Futurum memberikan Fortinet status elit dalam SASE Signal karena keberhasilannya mengintegrasikan jaringan dan keamanan.
Pajak Integrasi yang Tak Pernah Dibicarakan
Berikut ini adalah hal yang tidak selalu dijelaskan secara jelas dalam laporan analis: sebagian besar solusi SASE dari satu vendor pada kenyataannya tidak terintegrasi secara arsitektural. Solusi tersebut sebagian besar dibuat melalui proses pembelian. Jadi, meskipun Anda mungkin hanya menerima satu faktur, Anda tetap perlu mengelola konsol, sistem pengelolaan kebijakan, serta alur kerja operasional yang berbeda-beda. Ini masih seperti memiliki layanan SSE dari satu penyedia dan SD-WAN dari penyedia lain, hanya saja keduanya digabungkan secara longgar melalui proses akuisisi.
Hal tersebut mengarah pada apa yang disebut sebagai pajak integrasi: biaya operasional yang terselubung dalam mengelola sebuah platform yang dirakit, bukan dibangun. Perbedaan kebijakan bahasa. Penegakan yang tidak konsisten antara pengguna on-net dan off-net. Analitik yang tidak saling terhubung. Dan jika sesuatu terjadi pada pukul 2 pagi, tim kamu sedang menghubungkan tiga dashboard berbeda untuk menemukan sumber masalahnya.
Fortinet dibangun secara berbeda. Sistem operasi FortiOS yang terintegrasi berjalan pada perangkat FortiGate di kampus dan kantor cabang, melalui FortiSASE berbasis cloud, serta di lokasi Outpost SASE. Ini berarti kebijakan firewall yang telah dibuat untuk FortiGate kantor cabang dapat diterapkan dengan cara yang sama pada Point of Presence (POP) FortiSASE, tanpa memerlukan penerjemahan tambahan atau khawatir mengenai perbedaan dalam cara kerjanya. Model kebijakan yang sama diterapkan dan ditegakkan secara konsisten di semua lokasi.
Ini bukan sekadar pernyataan pemasaran. Ini adalah hasil dari pengembangan arsitektur yang telah teruji selama bertahun-tahun, itulah sebabnya organisasi memilih Fortinet, bukan hanya karena fitur-fiturnya saja, tetapi juga karena ingin menghindari usaha yang terus-menerus mengatur dan mengelola alur kerja untuk mengintegrasikan berbagai sistem.
Apa Sebenarnya Arti “Era AI”
Penggunaan AI dalam keamanan terus berkembang selama tiga tahun. Jika sebelumnya penggunaan AI lebih banyak dimanfaatkan untuk mendeteksi keamanan, kini Fortinet memperluas penerapannya untuk menghadapi resiko AI, meningkatkan operasional, tantangan tata kelola melalui Fortinet Unified SASE.
- AI sebagai permukaan serangan: Fortinet memberikan visibilitas terhadap penggunaan aplikasi dan layanan AI dalam organisasi. AI bukan lagi hanya sekedar konsep. Dari hasil Survei CIO dan IT Executive Gartner 2025, pada tahun 2026 penggunaan generative AI (Gen AI) akan mencapai 73%, dengan pengguna yang belum diatur. Hal ini membantu Fortinet dalam memantau, mengklasifikasikan, mengatur aktivitas AI, mencegah resiko pelanggaran dan kepatuhan.
- Observabilitas AI untuk Komunikasi antar agen: Fortinet telah menyediakan telemetri untuk mengetahui komunikasi antar agen AI. Bersamaan dengan alur kerja AI di lingkungan perusahaan, keamanan harus melebihi interaksi antar aplikasi. Penting untuk mengerti aktivitas dan komunikasi antar agen AI.
- Keamanan GenAI pada titik penggunaan: Penggunaan AI seperti ChatGPT dan Copilot oleh karyawan menjadi perhatian yang besar bagi perusahaan. Risiko pada data yang diunggah, kode sumber, informasi pelanggan, data keuangan, dan dokumen M&A. Data sensitif sering keluar dari organisasi melalui prompt AI, karena sistem tidak dapat mendeteksi dan menganggap hal tersebut normal. Fortinet Unified SASE mengatasi resiko yang mungkin terjadi dengan memeriksa lalu lintas GenAI secara inline, mengidentifikasi aplikasi dan data yang dimasukkan. Kebijakkan ini memungkinkan untuk mengizinkan atau menolak penggunaan AI, memblokir unggahan file yang melanggar kebijakan DLP, menandai prompt yang sensitif tanpa mengganggu aktivitas yang sah. Mengubah strategi dari pemblokiran AI menjadi tata kelola GenAI yang mampu memberikan keamanan lebih baik.
- Operasi otonom: FortiAI bukan hanya berfungsi sebagai bantuan chat saja. Melalui kemampuan alur kerja agen, agen AI dapat melakukan triase peringatan, pencarian ancaman, hingga investigasi secara mandiri di seluruh Fortinet Security Fabric. Dengan demikian, AI tidak hanya sekedar melakukan rekomendasi kepada manusia tetapi melakukan tindakan yang diperlukan. Kemampuan tersebut didukung lebih dari 15 tahun sejak pengembangan AI serta lebih dari 500 paten AI yang telah diterbitkan atau sedang diproses. Hal ini bukan hanya sekedar perkembangan fitur namun menjadi keunggulan strategis.
Keunggulan Perangkat Keras
Vendor cloud-native mempercayai bahwa penggunaan komputasi yang telah distandardisasi akan mengurangi kebutuhan untuk menggunakan perangkat keras yang dibuat secara khusus. Mereka benar mengenai cloud, tetapi salah dalam hal kinerjanya.
Prosesor Fortinet FortiASIC mampu menghadirkan throughput hingga 5 hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan dengan prosesor CPU biasa saat menganalisis lalu lintas yang telah dienkripsi, yang merupakan jenis lalu lintas yang banyak ditemukan pada jaringan perusahaan modern. Sekitar 60% fitur FortiOS ditingkatkan dengan menggunakan akselerasi ASIC, didukung oleh investasi R&D sebesar sekitar $1 miliar, yang didukung oleh peningkatan pangsa pasar sekitar 60% serta meningkatkan efisiensi biaya.
Ketika vendor SSE tidak menyediakan solusi SD-WAN, organisasi harus memakai layanan cabang dari pihak ketiga, sehingga mereka terus menerus mengeluarkan biaya untuk mengintegrasikannya. Ketika vendor SSE lainnya menawarkan solusi SSE dengan fitur SD-WAN yang tidak lengkap, hal tersebut membuat penawaran mereka secara keseluruhan kurang menarik.
Bagi organisasi yang membutuhkan kinerja dan penerapan yang konsisten di semua cabang, edge computing, pusat data, dan cloud, pilihan vendor yang tepat akan semakin terbatas seiring waktu.
Sovereign SASE : Pembeda yang Penting bagi Setengah Pasar
Vendor SASE yang berfokus pada Cloud memiliki kekurangan mendasar karena arsitektur dirancang dengan asumsi data dapat aman keluar dari lingkungan dan diproses melalui jaringan Point of Presence (POP) global. Namun bagi beberapa organisasi, asumsi tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan kedaulatan, regulasi, atau operasi rasional yang terus berkembang. Untuk menangani permasalahan tersebut Fortinet mengeluarkan dua pilihan solusi yang fleksibel yaitu, FortiSASE dan SASE Outpost.
SASE Outpost dari Fortinet memungkinkan penerapan fungsi SASE secara langsung ke lokasi yang dapat dikendalikan bisnis, seperti infrastruktur on premises, pusat data pribadi, dan fasilitas kolokasi. Dengan pendekatan ini, proses inspeksi dan penegakan keamanan dapat dilakukan secara lokal. Seluruh penerapan tersebut dikelola dari konsol cloud terpusat yang sama dengan infrastruktur Fortinet yang digunakan secara global.
FortiSASE Sovereign merupakan model penerapan SASE berdaulat yang memungkinkan organisasi menghadirkan kemampuan SASE secara penuh melalui jaringan POP milik sendiri. Infrastruktur tersebut dikendalikan on-premise, dipusat pribadi, maupun lingkungan kolokasi terpecaya.
Berbeda dari layanan SASE berbasis cloud bersama, FortiSASE sovereign memastikan bahwa :
- Inspeksi lalu lintas dilakukan sepenuhnya di lingkungan yang berada dalam kedaulatan atau pribadi.
- Log dan telemetri berada dalam yurisdiksi yang telah ditentukan organisasi.
- Data tidak dapat diproses pada cloud SASE publik yang dioperasikan oleh Fortinet.
Pendekatan ini membantu memastikan ketentuan yang ditegakkan melalui undang-undang kedaulatan data dan privasi data yang lebih terkontrol, dan tetap mempertahankan manfaat utama dari SASE. Keunggulan utama FortiSASE Sovereign terdapat pada tingkat kontrol dan kustomisasi yang tinggi, sehingga tim IT dapat menempatkan posisi memimpin. Meskipun vendor yang hanya mengandalkan cloud lebih banyak menyediakan POPs, mereka belum dapat memberikan tingkat kontrol yang sama.
Setiap Jaringan Memiliki Kebutuhan yang Berbeda
SASE berbasis cloud terdengar mudah: pasang agen di setiap perangkat, arahkan lalu lintas melalui layanan POP, dan tugas selesai. Namun, suasana kerja perusahaan sebenarnya tidak selalu sesuai dengan cara sederhana seperti itu.
Jaringan Anda mungkin terdiri dari berbagai jenis perangkat, seperti laptop yang dikelola, perangkat kontraktor yang tidak dikelola, kantor cabang yang belum mampu membeli perangkat lengkap, pengguna jarak jauh yang menolak instalasi agen, beban kerja AI dengan persyaratan latensi yang ketat, serta aplikasi yang berjalan di berbagai lingkungan cloud privat/publik serta pusat data on-premise. Arsitektur SASE yang tidak mampu mengakomodasi semua elemen tersebut bukanlah arsitektur yang benar-benar terpadu. Itu hanyalah solusi parsial yang mencari lingkungan yang sempurna, meskipun mungkin tidak pernah ada.
Fortinet Unified SASE mengatasi kesulitan dalam lingkungan dunia nyata yang kompleks. Solusi ini menyediakan berbagai pilihan, seperti penerapan agen penuh jika sesuai dengan kebutuhan, pengaturan edge tipis untuk situs cabang yang ringan, akses tanpa agen bagi pengguna pihak ketiga dan kontraktor, serta isolasi browser yang aman untuk situasi BYOD (Bring Your Own Device) di mana instalasi endpoint tidak dapat dilakukan. Organisasi juga dapat menerapkan kebijakan inspeksi lokal yang memastikan lalu lintas sensitif tetap berada di lingkungan internal atau di pusat data, sedangkan lalu lintas lainnya dialihkan melalui jaringan POP global guna mendukung keamanan berbasis cloud.
Hal ini sangat penting, khususnya untuk beban kerja yang dikerjakan oleh AI. Inferensi menggunakan GenAI dan proses pipeline data umumnya memerlukan jalur yang memiliki latensi rendah dan throughput tinggi, yang sulit dipenuhi dalam perjalanan bolak-balik ke pusat pemrosesan (POP) yang jauh. Inspeksi lokal menjaga kinerja yang baik tanpa mengorbankan tata kelola.
Hasilnya adalah arsitektur yang mampu beradaptasi dengan lokasi pengguna, perangkat yang digunakan, serta persyaratan kepatuhan data, bukan memaksa organisasi Anda untuk menyesuaikan diri dengan cara implementasi yang diterapkan vendor.
Kini, Pengalaman Digital Menjadi Parameter Keamanan
Poin terakhir yang perlu ditekankan adalah bahwa konvergensi keamanan dan pengalaman pengguna bukan hanya sebagai tambahan, tetapi sebagai kebutuhan operasional.
Penurunan kinerja biasanya menjadi tanda awal dari masalah keamanan: titik akhir yang disusupi dapat menyebabkan penurunan performa jaringan, konfigurasi kebijakan yang salah dapat meningkatkan latensi pada aplikasi SaaS, atau anomali DNS yang muncul sebagai masalah konektivitas sebelum diketahui sebagai serangan.
Integrasi FortiMonitor oleh Fortinet ke dalam SASE terpadu memberikan visibilitas lengkap mulai dari perangkat endpoint hingga jaringan dan aplikasi, semuanya dikelola dalam satu platform yang mengatur kebijakan secara menyeluruh. Hal ini menghilangkan kebutuhan tim operasional Anda untuk beralih antara alat DEM dan konsol keamanan, menawarkan tampilan yang terpadu dalam satu layar.
Ketika keamanan dan pengalaman berbagi model data yang sama. Tidak hanya dapat memperbaiki masalah dengan lebih cepat, tetapi juga dapat memahami implikasi keamanan dari masalah pengalaman pengguna yang mungkin diabaikan sebagai sekadar gangguan TI.
Kesimpulan
Pasar SASE kini mengarah pada penggunaan platform, bukan sekedar produk yang berdiri sendiri. Karena hampir semua vendor memiliki klaim yang sama, setidaknya organisasi tidak hanya sekedar bertanya “Apakah vendor ini menawarkan SASE?”. Namun, pertanyaan yang lebih penting adalah “Siapa yang dapat mengembangkan arsitektur dan siapa yang mau menyusunnya?”
Sistem operasi terintegrasi FortiOS dapat digunakan secara konsisten di kantor cabang, lingkungan cloud, dan wilayah kedaulatan. Fortinet juga memiliki keunggulan performa khusus melalui akselerasi ASIC yang tidak mudah ditiru oleh arsitektur cloud tanpa investasi lebih dari 10 tahun untuk bersaing. Agen otonom AI tidak hanya berperan sebagai asisten, tetapi telah mampu melakukan tindakan mandiri. Peningkatan observabilitas memungkinkan pemantauan interaksi AI yang lebih baik. Teknologi kriptografi kini telah diterapkan dilingkungan produksi. Selain itu, model kebijakan ini dapat dilakukan secara konsisten di semua platform.
Selama tiga tahun berturut lamanya, pelanggan membuktikan secara langsung efektivitas dari FortiSASE. FortiSASE bukan hanya sekedar mengklaim melainkan platform dasar.
Vendor yang berupaya mempercepat proses perkembangan SASE dengan menggabungkan SSE dan SD-WAN melalui akuisisi masih harus melunasi tantangan arsitektur yang ada. Sementara Fortinet membangun dan mengembangkan selama lebih dari 20 tahun.
*Fortinet, The AI Era Needs a New SASE. Here’s What That Actually Looks Like, Rami Rammaha, 8 Juli 2026
Admin Web



